Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara bersama DPRD Kota Tanjung Balai sepakat memperkuat sinergi dalam program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Langkah strategis ini bertujuan untuk menekan angka peredaran narkoba yang masih cukup tinggi di wilayah gerbang masuk perairan internasional tersebut. Bahkan, kedua instansi ini akan segera merancang peraturan daerah khusus guna memperkuat landasan hukum aksi pencegahan di tingkat lingkungan.
Pihak BNNP Sumut menilai bahwa dukungan politik dan anggaran dari legislatif sangat krusial untuk menjalankan program rehabilitasi serta edukasi secara masif. Oleh karena itu, DPRD Tanjung Balai berkomitmen untuk mengawal setiap kebijakan yang berorientasi pada penyelamatan generasi muda dari bahaya zat adiktif. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan wilayah yang kuat melawan jaringan sindikat narkoba internasional.
Fokus pada Pencegahan di Wilayah Pesisir
Tanjung Balai memiliki letak geografis yang strategis namun sangat rawan menjadi titik masuk penyelundupan barang haram melalui jalur laut. Selain itu, keterbatasan personel di lapangan menuntut adanya partisipasi aktif dari tokoh masyarakat dan pemerintah daerah setempat. Sebab, pengawasan mandiri oleh masyarakat merupakan benteng pertahanan pertama dalam memutus mata rantai distribusi narkoba di perkampungan nelayan.
Akibatnya, BNNP Sumut akan meningkatkan frekuensi patroli dan sosialisasi di titik-titik rawan sepanjang garis pantai Tanjung Balai. Namun, upaya penindakan hukum saja tidak akan cukup tanpa adanya program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang rentan tergiur menjadi kurir. Selanjutnya, DPRD akan mengusulkan alokasi dana khusus untuk pelatihan keterampilan bagi mantan pengguna agar mereka tidak kembali terjerumus ke lubang yang sama.
Implementasi Program Desa Bersinar
Salah satu agenda utama dalam pertemuan ini adalah percepatan pembentukan “Desa Bersinar” atau Desa Bersih Narkoba di seluruh kecamatan. Bahkan, program ini akan melibatkan para aparat desa dan relawan antinarkoba untuk melakukan pemantauan rutin terhadap aktivitas mencurigakan. Oleh sebab itu, ketersediaan sarana dan prasarana penunjang di tingkat desa menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah provinsi dan kota.
Baca juga:Kasus PPPK Bekasi Mulai Terkuak 2 Tersangka Diamankan
“Kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan penuh dari wakil rakyat di Tanjung Balai. Oleh karena itu, sinergi ini adalah harga mati demi masa depan daerah,” ujar pimpinan BNNP Sumut.
Selanjutnya, DPRD Tanjung Balai akan segera melaksanakan fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran P4GN agar terserap secara tepat sasaran dan transparan. Dengan demikian, setiap program edukasi yang direncanakan dapat menyentuh langsung hingga ke level sekolah dan komunitas pemuda di daerah terpencil.
Sosialisasi Bahaya Narkoba Berbasis Kearifan Lokal
BNNP dan DPRD sepakat bahwa pola komunikasi dalam sosialisasi harus menyesuaikan dengan budaya dan kebiasaan masyarakat setempat. Sebab, pendekatan yang terlalu formal sering kali kurang efektif dalam menyentuh kesadaran kolektif warga mengenai dampak buruk narkotika. Oleh karena itu, penggunaan tokoh agama dan seni tradisional akan menjadi media utama dalam menyebarkan pesan-pesan antinarkoba.
Berikut adalah tiga poin utama penguatan sinergi P4GN:
-
Regulasi Daerah: Mempercepat penyusunan Perda P4GN sebagai payung hukum aksi pencegahan di seluruh instansi pemerintah.
-
Anggaran Terpadu: Memastikan dukungan pendanaan untuk kegiatan tes urine mendadak dan operasional klinik rehabilitasi.
-
Penguatan Intelijen: Meningkatkan pertukaran informasi antara masyarakat dan aparat penegak hukum guna mendeteksi jalur masuk baru.
Meskipun demikian, keberhasilan perang melawan narkoba ini tetap bergantung pada integritas para aparat penegak hukum di lapangan. Sebagai penutup, sinergi BNNP Sumut dan DPRD Tanjung Balai merupakan bukti nyata keseriusan negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika. Dengan demikian, visi Tanjung Balai yang bersih dan bebas dari narkoba dapat terwujud melalui kerja keras serta kolaborasi yang berkelanjutan.




